PERCAYA DIRI DAN CINTAILAH DIRIMU

                                                PERCAYA DIRI DAN CINTAILAH DIRIMU

 

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh. Halo rekkk! Gimana kabarnya? Dimanapun kalian berada, aku harap kabar kalian baik-baik saja yaa…

Di era pandemi covid-19 yang sedang berlangsung saat ini, kita harus selalu menjaga kesehatan kita dengan menerapkan protokol kesehatan dari pemerintah. Contohnya yaitu hindari keramaian dan memakai masker agar terhindar dari paparan covid-19.

Pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang, oleh karena itu kenalan dulu yuk sama aku. Namaku  Dava Putra Sabriansyah, biasanya dipanggil Dava. Aku lahir di Sidoarjo, 6 Maret 2002. Aku merupakan anak tunggal ya guys. Langsung saja disini aku mau cerita tentang bagaimana cara kita percaya diri dan juga pengalamanku saat jatuh cinta.So check this out!

Mencintai diri sendiri adalah tentang penerimaan diri, penguasaan diri dan rasa hormat kepada diri sendiri. Hal inilah yang akan menjadi kekuatan dalam melangkah dan menjalani hidup yang bahagia Dari uraian diatas dapat kita artikan self love adalah bentuk kita menyayangi diri sendiri dengan menerima apapun yang ada dalam diri kita dan selalu bersyukur atas apa yang sudah di anugerahkan Tuhan kepada kita.

Saat ini aku masih berusia 18 tahun yang artinya aku sedang dalam tahap beranjak dari remaja menuju dewasa. Tidak jarang ketika aku melihat lawan jenis yang berparas cantik dan bertutur kata yang lembut hatiku dibuat berdebar dan tak bisa tidur karenanya. Saat itu, aku duduk di kelas 11 SMA. Aku melihat ada adik kelasku yang berparas cantik dan juga terlihat memiliki jiwa keibuan. Namanya adalah Aura Neema Ramadhani. Dialah orang yang membuatku jatuh cinta yang benar-benar cinta.

Saat aku merasa dia sudah membuat aku jatuh cinta, aku pun mulai mencari tahu siapa sebenarnya dia dan juga hal apa yang disukainya. Singkat cerita saat aku mengikuti turnamen sepakbola mewakili sekolahanku, diapun ikut mendukungku dan rela datang walaupun matahari sedang diatas kepala. Saat aku selesai sepakbola, aku pun memberanikan diri untuk mengajak dia foto bersama. Selain wajahku yang katanya tidak goodlooking, akupun berasal dari keluarga yang sederhana. Dua hal tersebut yang biasanya dijadikan alasan para pria untuk mundur dalam menggapai cinta sejatinya. Tetapi tidak untukku, aku pun tetap gaspol untuk mendekatinya.

Malam hari pun telah tiba. Aku memulai chat di aplikasi line dengan meminta kontaknya dari teman dekatnya. Setelah 1 minggu chat, akupun memberanikan diri untuk mengajaknya telfon. Kami pun larut dalam keseruan percakapan malam itu. 1 bulan telah berlalu, aku pun mengajaknya untuk jalan-jalan dan menonton film. Bermodalkan uang seadanya dan juga motor yang dibeli orang tua sejak aku sd, aku pun menuju rumahnya dengan senang hati.

Sesampainya dirumahnya, aku pun menaruh helm tuaku di spion motor. Bel rumahnya pun ku pencet dan keluarlah pujaan hatiku didampingi ibunya. Aku pun bersalaman dengan ibunya, dan untung saja beliau menerima kehadiranku dan mengizinkan anaknya untuk keluar bersamaku.

Hari-hari ku lewati bersama dia sangat indah sekali. Seperti mekarnya bunga mawar di taman bunga. Hal ini mengajarkanku bahwa sebelum kita tahu, kita tidak boleh mundur. Kita harus percaya kepada diri sendiri.

Sedikit saran dari aku jika kalian merasa ada di posisi tidak percaya diri untuk melakukan dan memulai suatu hal. Kalian harus meyakinkan diri kalian bahwa kalian itu bisa dan tidak kalah dengan orang lain. Karena sejatinya, Tuhan menciptakan semua manusia itu mempunyai derajat yang sama. Yang membedakan hanya attitude kita kepada orang lain. Karena jika kita memiliki attitude yang baik, maka semua orang akan juga menghormati kita.

Terimakasih ya rek, telah membaca pengalaman dan saran dariku. Jika ada salah kata mohon dimaafkan. Wassalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.

Komentar