PENTINGNYA MENTAL HEALTH DI MASA SEKARANG BAGI GENERASI Z
PENTINGNYA MENTAL HEALTH DI MASA SEKARANG BAGI GENERASI Z
Assalamualaikum
warahmatullahi wa barakatuh. Halo rekkk! Gimana kabarnya? Dimanapun kalian
berada, aku harap kabar kalian baik-baik saja yaa…
Di era pandemi
covid-19 yang sedang berlangsung saat ini, kita harus selalu menjaga kesehatan
kita dengan menerapkan protokol kesehatan dari pemerintah. Contohnya yaitu
hindari keramaian dan memakai masker agar terhindar dari paparan covid-19.
Pepatah
mengatakan tak kenal maka tak sayang, oleh karena itu kenalan dulu yuk sama
aku. Namaku Dava Putra Sabriansyah,
biasanya dipanggil Dava. Aku lahir di Sidoarjo, 6 Maret 2002. Aku merupakan
anak tunggal ya guys. Kali ini aku akan menjelaskan mengenai pentingnya menjaga
kesehatan mental atau mental health di masa sekarang terutama bagi generasi Z.
Ada istilah yang datang dari Barat
sana. Bunyinya, “Live while we’re
young!” atau dapat diartikan “nikmatilah hidup selagi kamu muda!”
dalam Bahasa Indonesia. Merujuk pada istilah itu, berarti anak-anak muda
diasumsikan sebagai kelompok manusia yang bisa banyak bersantai dan
bersenang-senang ketimbang para orang dewasa. Mungkin, bisa juga
berangkat dari stigma kalau semakin tua, masalah manusia semakin banyak. Maka
itu, ketika masih muda, atau dengan kata lain ketika masalah hidup masih
sedikit, hidup harus dinikmati sebanyak-banyaknya.
Entah istilah itu yang salah atau
zaman sudah berubah, rupanya kondisi psikologis dan kesehatan mental anak-anak
muda tidak sebaik anggapan banyak orang. Berdasarkan riset
kesehatan dasar yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,
angka prevalensi gangguan jiwa di Indonesia, meningkat secara signifikan dari
1,7% di 2013 menjadi 7% di 2018. Berbagai faktor bisa jadi pemicu meningkatnya
masalah mental seperti pekerjaan, hubungan dengan keluarga atau pasangan, serta
ujian hidup yang semakin besar.
Melihat dari fenomena sosial di zaman sekarang terutama dunia
yang berubah dengan cepat dan saling terhuhung melalui internet, potensi
generasi muda untuk mengalami masalah mental cukup besar. Berdasarkan
pengamatan saya dari berinteraksi, mendengar, dan membaca curhatan – curhatan
teman – teman millennials maupun generasi z, pemuda sekarang semakin rapuh
dan baperan jika ada suatu masalah atau menghadapi kerasnya
hidup.
Kecenderungan-kecenderungan
psikologis tersebut bisa berdampak buruk pada kehidupan sosial generasi Z.
Kemampuan penyelesaian masalah dan hubungan dengan manusia-manusia lain adalah
hal penting yang harus dihadapi manusia dalam sepanjang hidupnya. Bila generasi
Z tak menguasai hal-hal itu, lantas bagaimana mereka bisa melanjutkan hidup di
dunia nyata ini?
Kawan akrab generasi Z lainnya
adalah media sosial, pengembangan internet yang hadir untuk menghubungkan satu
pengguna dengan pengguna lainnya berkomunikasi. Di satu sisi, media sosial
telah mengubah sekaligus mempermudah jalannya komunikasi antar manusia.
Kondisi kesehatan
mental generasi Z sangat perlu untuk menjadi perhatian banyak pihak. Selain
kajian-kajian ilmiah mengenai penyebab kondisi psikologis ini, berbagai pihak
juga perlu terus mengembangkan sosialisasi mengenai pentingnya kesadaran
kesehatan mental.
Generasi Z yang dekat
dengan teknologi hingga mempunyai akses informasi yang luas perlu bersikap
pro-aktif dalam memahami kondisi kesehatan mentalnya sendiri. Selain
memperbanyak bacaan, generasi Z juga perlu memanfaatkan akses informasi untuk
mencari bantuan klinis bila memang dibutuhkan.
Mengikuti komunitas
pendukung dan menemukan teman berbagi masalah-masalah yang tengah dihadapi juga
langkah yang amat penting. Generasi muda yang kelak akan membangun bangsa ini
perlu untuk menjaga dirinya sendiri, baik secara fisik maupun psikis.
Jika tidak sadar akan pentingnya
kesehatan mental, masa depan pemuda akan terancam karena bisa jadi dengan
segala potensi yang dimiliki serta mimpi yang mereka punya, bisa menjadi
penghambat jika ada masalah mental yang tidak terselesaikan serta berlarut
dalam waktu yang lama. Kalau sudah begini, Indonesia secara pembangunan negara
pun akan ikut terhambat karena pemuda adalah generasi penerus bangsa.
Maka dari itu, jika sudah menunjukan
gejala terganggunya kesehatan mental kamu langsung cari bantuan. Bisa mencari
psikolog lewat aplikasi penyedia platform untuk para dokter di smartphone atau bisa ke
komunitas yang bergerak di bidang kesehatan mental, atau minimal berbagi cerita
dengan orang yang benar – benar kamu percayai.
Berikut cara pencegahan kesehatan
mental bagi generasi z menurut halodoc.com
:
1. Melakukan aktivitas fisik dan tetap aktif
secara fisik.
2. Membantu orang lain dengan tulus.
3. Memelihara pikiran yang positif.
4. Memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah.
5. Mencari bantuan profesional jika diperlukan.
6. Menjaga hubungan baik dengan orang lain.
7. Menjaga kecukupan tidur dan istirahat.
Terimakasih
ya rek, telah membaca pengalaman dan saran dariku. Jika ada salah kata mohon
dimaafkan. Wassalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Komentar
Posting Komentar